Kota Pontianak Lingkungan Hidup Ruang Video Ruang Foto Ruang Cerita
Showing posts with label Lingkungan Hidup. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan Hidup. Show all posts

Monday, December 02, 2013

Menyampaikan Pesan Lingkungan Melalui Blog

Assalamualaikum...
artiirhamna - Salam Lestari!! Sudah lama Saya tidak membicarakan masalah Lingkungan Hidup di Blog ini, ada banyak isu, banyak berita dan peristiwa yang mungkin sudah ketinggalan untuk disampaikan dalam Blog ini.

ilustrasi :blog.pch.com/pchsearchandwin
Tapi jika Sobat berkenan membaca tulisan saya yang yang lama cek saja di kategori Lingkungan Hidup.

Dulu lagi, tema Blog ini memang Lingkungan Hidup, sekarang pun masih, tapi agak tersingkirkan karena lebih banyak peristiwa dan event festival maupun budaya di Kota Pontianak

Baca kelanjutannya...

Sunday, January 29, 2012

Krisis Global Utama dari Gas Rumah Kaca

Krisis Global Utama dari Gas Rumah Kaca
arti irhamna - Survey Risiko Global 2012 menempatkan peningkatan gas rumah kaca sebagai sumber kerusakan lingkungan utama dalam 10 tahun mendatang.

Laporan yang disusun oleh Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) 2012 ini juga menyebut sejumlah risiko lain seperti bencana alam, cuaca ekstrem, badai geomagnetik hingga bencana akibat ulah manusia seperti polusi dan eksploitasi sumber daya alam.

Baca kelanjutannya...

Thursday, July 21, 2011

Temu Sahabat Kebun dan Sahabat Beleter | Pontianak Berkebun & Komunitas BELETER

Malam tadi (20/07/11), berangkat dari rumah sekitar jam 7 malam, saya bersama Bang Zaka menghadiri undangan dari Pontianak Berkebun. Sebelumnya penggiat Pontianak Berkebun sudah menghadiri kegiatan kami pada hari sabtu lalu (16/07/11) dalam acara Sharing Keliling Goes to Pontianak.

Meskipun harus meninggalkan bangku kuliah malam tadi, saya sangat menyesal, menyesal kalau saja tidak ikut acara malam tadi. Hahaha...

Oh ya, Pontianak Berkebun ini baru saja ada sekitar 1 bulan lebih dan sebelumnya sudah ada namanya Indonesia Berkebun yang artinya bisa dikatakan ini adalah perpanjangan tangan dari Indonesia Berkebun ke daerah-daerah Indonesia khususnya Pontianak.

Baca kelanjutannya...

Friday, June 24, 2011

Panen Tenaga Surya Yuk!!

panel surya | panen tenaga surya yuk
Sudah sobat ketahui ya, bahwa sumber energi dari bahan bakar fosil saat ini mulai langka, namun Matahari adalah sumber energi yang dari dulu sudah dilirik oleh para ilmuwan untuk memasok kebutuhan energi rumah tangga. Sekarang, dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat, alat-alat yang menggunakan tenaga surya sudah banyak ditemui di pasaran. Seperti mobil bertenaga surya sampai dengan pemanas ruangan dan air yang juga bertenaga surya. Nah, semua alat-alat tersebut digunakan oleh konsumen adalah konsumen yang peduli terhadap lingkungan hidup dan tentunya para konsumen ini bertekad untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Baca kelanjutannya...

Wednesday, April 13, 2011

Kabut Asap Pontianak

Assalamualaikum...
Merasa bersyukur sekali masih diberikan kesempatan untuk membuat postingan kembali di ARTI IRHAMNA, sayangnya sekarang masih terfokus di blog Muhammad Irhamna. Ya, kadang-kadang banyak sekali berita-berita tentang lingkungan hidup yang terlewatkan. Terutama untuk daerah sendiri, yang beberapa 1 minggu terakhir berkabut (banyak asap), tapi alhamdulillah sudah hujan dan cukup mengurangi kadar asap di Pontianak.

Baca kelanjutannya...

Wednesday, March 30, 2011

Kipas Tangan Saja

Assalamualaikum,,,,
Siang ini Pontianak, Kalimantan Barat benar-benar terasa menyengat panasnya. Pagi tadi suasana mendung namun berangsur-angsur cerah seperti biasanya.
Dalam 2 hari yang lalu, pontianak dilanda hujan terus bahkan angin kencangnya bukan main. Kadang-kadang saya merasa risih di kamar, karena angin terdengar menderu begitu kencang dan bunyi ribut atap dan barang-barang yang beterbangan.

Siang ini begitu panas hingga cucuran keringat tak terbendung. Asin terasa dilidah ketika tak sengaja keringat mengucur sampai ke bibir dan masuk ke mulut.

Baca kelanjutannya...

Wednesday, September 29, 2010

Jangan Tenggelam

Polusi, panas dan banjir selalu menjadi ingatan saya saat berada di Kota Pontianak tercinta. Memang kondisi ini tak luput terjadi di kota besar lainnya. Apalagi di Jakarta yang ditambah dengan kondisi macet jalanan.

Pontianak sendiri, di akhir September ini sedang di musim hujan. Di mana-mana timbul masalah banjir, pada saat kami mengadakan pesta blogger di pontianak-pun sore harinya hujan dan akhirnya jalanan menuju lokasi acara yang berada di Jl. S. Parman banjir setinggi lebih dari mata kaki.

Baca kelanjutannya...

Saturday, August 21, 2010

Rhizanthes Jamur

Rhizanthes Jamur | Rhizanthes Deceptor
Bunga Rhizanthes adalah tumbuhan parasit sejati. Tanaman langka ini kurang mendapat perhatian, sehingga ia belum punya nama lokal. Nama umumnya earth-star-mushroom, Sedangkan nama botaninya Rhizanthes lowii (Becc) Harms. Tumbuhan ini tidak memiliki daun, batang, akar, maupun klorofil sehingga ia tidak mampu berfotosintesis.

Baca kelanjutannya...

Monday, July 26, 2010

Penanaman Pohon di Kabupaten Ketapang

Ketapang-Kalimantan Barat, Senin 19 Juli 2010.Setelah acara pembukaan Bakti Sosial Mahasiswa (BSM) STMIK Pontianak angkatan 2009 di Kantor Bupati Ketapang, kami para mahasiswa melanjutkan acara penanaman pohon di kawasan TPA di Jalan Ketapang-KM 17. Penanaman pohon ini adalah salah rangkaian acara BSM yang diadakan selama 4 hari di Ketapang.

Baca kelanjutannya...

Thursday, July 01, 2010

Air, Air & Air

Berapa jumlah air di Bumi ? Berapa banyak kapasitas air yang terpakai? Apakah air tiap tahun berkurang?

Air adalah zat, materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi. Lebih dari setengah permukaan Bumi ditutupi oleh air. Air sebagaian besar terdapat di laut, sungai, danau, es kutub, puncak gunung,awan dan lainnya. Jumlah mereka tidak pernah berkurang. Air tidak pernah lenyap karena melalui siklusnya, jumlah air tiap tahun tidak akan pernah berkurang.
Dari sisi kehidupan,semua makhluk hidup pastinya membutuhkan air. Air ialah sumber kehidupan, dimana makhluk dapat bertahan hidup.Terlebih lagi manusia, salah satu kebutuhan yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Air digunakan untuk kebutuhan mandi, mencuci, minum, memasak dan lainnya
Masalah yang dihadapi saat ini adalah kebutuhan air bersih. Air bersih menjadi sangat langka. Air menjadi mahal, contohnya saja Sungai Kapuas. Air-nya berwarna coklat. Banyak orang yang menggunakannya untuk aktifitas sehari-hari.
Penyebab utama terjadinya pencemaran lingkungan air merupakan ulah tangan manusia sendiri. Membuang sampah semabarang ke sungai dapat mengakibatkan air tercemar, limbah pabrik, limbah kimia tambang dan lainnya ialah penyebab utama air menjadi tercemar.
Walaupun terjadi pencemaran, namun alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang tercemar melalui proses pemurnian atau purifikasi alami dengan media tanah, pasir, bebatuan serta mikro organisme yang ada. Makanya ada teknologi pemurnian air buatan manusia yang biasa mengunakan lapisan-lapisan penjernihnya adalah, batu, pasir tanah dan sebagainya.
Namun pencemaran yang terjadi secara besar-besaran, membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi air ke sedia kala. Sehingga alam menjadi kehilangan kemampuan memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat-zat kimia membuat parah kondisi alam yang kian hancur.
Seperti yang dikatakan di awal, bahwa akibat pencemaran ialah pasokan air bersih yang akan sulit didapat dan pastinya dari keadaan air yang tidak bersih, menimbulkan berbagai penyakit. Maka dari itu, yang mesti dilakukan adalah meminimalisasikan pencemaran dengan hidup yang ramah terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarang.

Baca kelanjutannya...

Saturday, April 17, 2010

Polusi yang Mengembara

Perkembangan teknologi yang pesat di era ini, telah berhasil dinikmati manusia sebagai penunjang kehidupannya. Dengan adanya teknologi, manusia dengan mudah bisa menyelesaikan berbagai pekerjaan di rumah, sekolah, kampus bahkan di kantor. Dengan perkembangan teknologi, masyarakat menjadi manusia yang tidak terlepas dengan teknologi. Namun dipihak lain, manusia telah mengalami banyak akibat. Akibat tersebut terjadi bersama-sama sejalan dengan peledakan penduduk yang besar yang menimbulkan krisis lingkungan manusia dan berpengaruh pada pencemaran lingkungan dengan berbagai akibat.

Akibat dari krisis lingkungan ini jelas sangat berpengaruh pada kesehatan manusia itu sendiri. Salah satu faktor terjadinya krisis lingkungan ialah polusi

Baca kelanjutannya...

Wednesday, March 31, 2010

Mari Hemat Listrik

Setelah tanggal 27 Maret kemarin, rasanya tidak ada sesuatu yang berubah. Tidak tahu juga apakah lampu-lampu di Kota Pontianak pada jam 20.30-21-30 ada yang mati. Waktu itupun saya kettiduran, habisnya sudah merasa lelah dengan kegiatan hari sabtu yang lumayan padat. Bagaimana di tempat anda, apakah juga mengikuti program tersebut ?

sebenarnya ada cara yang lebih mudah, tinggal suruh PLN saja mematikan lampunya pada jam itu. Tapi kurang bagus juga, karena masyarakat tidak akan punya kesadaran untuk menghemat energi.Kalau baca beberapa berita online, saya lihat program ini sudah menunjukkan kemajuan yang sangat-sangat berarti. Namun setelah itu, saya rasa tidak hanya setahun sekali program dilakukan, Kalau bisa sebulan 1 kali. Makin hari, cuaca semakin panas. terutama di Pontianak yang dilalui garis khatulistiwa, serasa dehidrasi saat siang hari, terlebih lagi saat Titik Kulminasi tanggal 23 Maret 2010 kemarin. Saya yang kebetulan menghadiri acaranya, merasakan panas yang luar biasa. Namun setelah kulminasi, cuaca berubah mendung dan akhirnya saat pulang, saya kehujanan.
Untuk menghemat energi, seharusnya dimulai dari kehidupan rumah kita. Sebisa mungkin gunakan barang elektronik yang dibutuhkan. Kalau di rumah, barang elektronik yang dalam 24 jam dihidupkan tentunya kulkas dan magicjar. Untuk yang lain, pastinya TV, laptop, kipas angin dan lampu. Tapi tidak sampai 24 jam dihidupkan, tentunya ada waktu untuk mematikan barang elektronik.
Lampu, pagi yang terang pastinya tidak akan dihidupkan. Tapi bagaimana dengan rumah anda yang rumahnya sulit untuk mendapatkan celah masuknya cahaya, tentunya mempersulit penerangan, dan mau tidak mau lampu mesti dihidupkan. Untuk rumah saya, alhamdulillah tanpa disadari banyak keuntungan, banyak jendela dan antara rumah (tetangga) lain tidak terlalu berdekatan, jadinya cahaya tetap masuk. Apalagi di siang hari, kalau sudah cuaca terik panas dan cerah, rumah jadi terang benderang. Bahkan terasa panas, jadinya mesti hidupkan kipas angin!! hha...
Sekarang tidak lagi, lebih gunakan yang konvensional,Kipas tangan aja sudah cukup. Lebih hemat kan!! setidaknya inilah cara saya untuk berhemat. Tidak berlebih menggunakan energy listrik dan tetap bisa mengurangi dampak global warming.

Baca kelanjutannya...

Tuesday, February 16, 2010

Blog Lingkungan Hidup

Blog Lingkungan HidupAmanat kali ini begitu berat.Semenjak menjadi salah satu blog terbaik di STOS festival, kini harus lebih ekstra dalam penulisan blog. Sebetulnya,saya pengennya cari berita tentang lingkungan hidup, pengen juga gabung dengan WALHI Pontianak, pengen bisa ikut penyelamatan lingkungan. Weh-weh.. tidak sangka ya, banyak juga kepengen ini, kepengen itu.

Sebelum menjadi terbaik di ajang STOS Festival, Blog ini juga menjadi salah satu pemenang di ajang Gawai Blogger Borneo dengan tema yang hampir sama yaitu lingkungan hidup.

Baca kelanjutannya...

Friday, January 29, 2010

Pemenang Lomba Blog Stos 2010

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Salam Hijau, tetap semangat dan Go Green dari saya yang selalu hadir dengan artikel tentang Lingkungan Hidup. Terima Kasih kepada sahabat Blogger setia yang selalu datang dan hadir di Blog saya ini, yang selalu memberikan komentar-komentar terbaiknya, bahkan kritik dan saran yang selalu saya tangggapi.

Tidak terasa sudah 2 bulan lebih saya mengikuti lomba Blog dengan tema We Care, Kita Peduli yang diadakan dalam South to South Festival. Sebenarnya lomba ini dimulai pada Bulan Agustus. Tapi karena saya sibuk dengan pendaftaran kuliah dan menjadi panitia Parade Musik Parkir pada saat itu, jadi Blog ini pun sedikit terlantar. Namun, pada akhir Oktober saya mulai kembali nge-Blog namun tidak intensif.

Baca kelanjutannya...

Wednesday, January 20, 2010

Kalimantan yang Terancam

Kalimantan adalah pulau terbesar ketiga di Bumi ini. Hingga saat ini merupakan tempat yang sedikit mengalami dampak lingkungan yang diakibatkan pengambilan Sumber Daya Alam. Sebenarnya, Kalimantan ditutupi oleh hutan dan dihuni oleh flora dan fauna endemik. Seperti orang hutan, burung enggang,macan dahan sedangkan floranya adalah kebanyakan berupa anggrek yang langka. Setelah manusia menempati pulau Kalimantan, lambat laun hutan mulai terkikis, penebangan liar terjadi, pemburuan hewan ataupun tanaman, menjadi masalah yang ada hingga saat ini. Kini alam Kalimantan kritis, hutan hujannya musnah dengan cepat dan perdagangan satwa liar yang ada di mana-mana. Ekosistem mulai berubah, di mana suatu flora dan fauna tidak akan tahan lama untuk hidup di hutan Kalimantan.
Sekitar separuh hutan-hutan alamnya yang musnah dengan terus berkelanjutan, bisa dibayangkan sangat mengkhawatirkan. sayapun pernah melihat sendiri keadaan tersebut, tempat tersebut bekas tambang liar, di sana hanya ada danau yang lumayan besar dengan dikelilingi pasir putih. Pada awalnya itu sangat mengagumkan bagi Saya. Tapi ternyata itu hanya kekaguman yang tanpa sepengetahuan kalau itu adalah kerusakan alam.
Hutan Kalimantan perlu dijaga dan dilestarikan dan jawabannya adalah menjadikan Kalimantan sebagai Heart of Borneo, di mana kawasan lintas batas seluas lebih dari 20Juta ha atau lebih seperempat luas pulau. Inisiatif ini dicanangkan agar tidak hanya menjaga sebidang besar hutan tapi memastikan ketersedian air juga pangan serta mendukung keberlangsungan hidup masyarakat Kalimantan. Sangat diharapkan dengan adanya Heart of Borneo ini, dapat dilaksanakan oleh seluruh orang yang akan menyelamatkan pulau ini dari ancaman terbesar kerusakan hutan dan kian memburuknya dampak kemarau dan kebakaran yang juga akan berpengaruh pada Global Warming.

Baca kelanjutannya...

Sunday, January 17, 2010

Penjual Sate, Penghasil Karbondioksida


Yummy...
Betapa lezatnya jika kita melihat santapan ini!! kenapa tidak? semua orang sangat menyenangi makanan ini, baik dari anak kecil (tidak termasuk bayi), remaja sampai orang tua pun menyenanginya. Kebayangkan rasany (Waah.. ngiler neh!!).
Makanan yang terbuat dari potongan daging ini ayam, kambing, domba, sapi, ikan atau lainnya. Daging tersebut dipotong kecil-kecil dan ditusuki dengan tusukan sate yang biasanya dibuat dari bambu, kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu. Sate kemudian disajikan dengan berbagai macam bumbu.
Nah, yang jadi masalah adalah saat proses pembakaran. Kenapa?
Dalam hal ini, ssetidaknya dalam proses pembakaran, pastinya menggunakan arang atau bahan pembakaran lain. Pembakaran?
Pembakaran adalah reaksi kimia, dimana hasil dari pembakaran adalah berupa gas Karbondioksida. Ini merupakan masalah yang semua orang ketahui, bahwa karbondioksida dapat mengurangi Gas Rumah Kaca.

Trus apa hubungannya dengan Penjual sate?
tentunya ada!!
Bayangkan saja, setiap kali Penjual Sate tersebut membakar satenya, gas Karbondioksida tercipta. Pikir-pikir, misalnya di kota kita ada sekitar 50 Penjual Sate dalam satu hari. Berapa banyak gas Karbondioksida dihasilkan?
HHoo...
Berapa ya? saya sendiri tidak tahu.
Jika sudah begini, siapa yang akan disalahkan?

Tidak mungkin kalau kita menyalahkan Penjual Sate. Bisa-bisa kita yang mungkin disalahkan!! Makanan ini adalah makanan yang berasal dari Jawa, kita tetap harus melestarikannya. Tapi bagaimanapun, kita sama-sama cari solusi, siapa tahu kita jadi penemu cara bakar sate tanpa asap!! Hha... Mungkin saja...

Baca kelanjutannya...

Tuesday, January 12, 2010

Panas? Global Warming Neh!!

Hari makin hari semakin panas, kita merasakan pagi seperti siang, siang membuat kita dehidrasi dan itu semua dimulai dari pemanasan global atau Global Warming.
Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.

Pemanasan Global tanpa kita sadari adalah hasil perbuatan kita, kita tidak sadari, bahwa produk-produk hasil buatan manusia dapat mengakibatkan meningkatnya emisi karbon yang dapat merusak lapisan ozon. Tapi untuk menguranginya memang ada, yaitu dengan menanam pohon dan pohon yang ada, haruslah dijaga agar pohon tersebut dapat menyerap karbondioksida sekitar 1 ton selama hidupnya.

Susah, susah dan susah, manusia terus berjuang untuk mengurangi dampak Global Wraming, semua hal paling terkecil dilakukan untuk menguranginya. Kendatipun seperti itu, kita sendiri memang harus memulainya. Yang terpenting adalah melakukan penghijauan dan penghematan mulai dari sekarang, penghematan energi, lakukan banyak hal, misal saja gunakan kendaraan dalam perjalanan singkat atau dekat. Jalan kaki, kayuh sepeda, naik mobil beramai-ramai dan naik kendaraan umum, selain akan menghemat pengeluaran transport Anda. Tentu saja mengurangi karbondioksida. Benar gx!!


Kertas!!
Penggunaan kertas yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari tidak bisa dibantah lagi. Jutaan orang tiap harinya menggunakan kertas, dan bayangkan saja seberapa banyak pohon yang ditebang untuk membuat kertas!!

Alternatif lain untuk bahan kertas sulit dicari, tetap saja menggunakan kayu. Sekarang ini kebanyakan digunakan kayu pinus yang panennya lebih cepat dan memungkinkan untuk lebih hemat. Tapi kita juga perlu melakukan tindakan penghematan, tentu saja gunakan kertas sesuai keperluan. Jika perlu, kertas yang tidak terpakai di daur ulang.

Memang ribet, tapi ketimbang hasilnya yang lebih baik, agar kita tetap bisa tinggal di Bumi. Kalau tidak seperti ini, mesti bagaimana lagi untuk mengatasinya!!
So, Mari kita memberanikan diri untuk menangani fenomena ini yang tiap hari, minggu, bulan dan tahun selalu diperbincangkan!!

Baca kelanjutannya...

Tuesday, December 08, 2009

Ae' Kapuas

Sungai Kapuas punye cerite bile kite minum Ae’nye, biarpun Pegi jauh kemane sungguh susah nak ngelupakannye.
Sepotong bait lagu Ae’ Kapuas menjadi pembuka postingan kali ini. Bukan saya mengajak pembaca untuk bernyanyi. Tapi kalau ada yang tahu lagu ini, ya silahkan saja ikut bernyanyi.
Sedikit bait tersebut bisa diartikan untuk sebuah persepsi tentang lingkungan. Dari bait di atas yaitu ‘Sungai Kapuas punye cerite bile kite minum ae’nye (Sungai Kapuas punya cerita bila kita minum airnya). Bisa dibayangkan ya, kalau kita minum air kapuas yang bersih, pastinya menyegarkan rasa haus dan dahaga. Tapi kondisi ini tentunya lain, karena sungai ini mulai tercemar dengan limbah-limbah pabrik yang ada di sekitar tepian sungai.
Sangat disayangkan kalau Sungai Kapuas tercemar, bisa dibayangkan kalau segudang aktifitas masyarakat yang tinggal di tepian Sungai Kapuas dan terutama untuk pelabuhan terganggu, karena Sungai Kapuas merupakan jalur masuknya kapal-kapal dari luar untuk menuju Pontianak dalam melakukan transaksi perekonomian. Pastinya kalau sudah terjadi, ujung-ujungnya pemerintah yang disalahkan.
Namun, untung saja tingkat pencemaran Sungai Kapuas belumlah sangat-sangat parah, karena masih ada penangan dari pemerintah. Saya sangat bersyukur, apalagi sekarang sudah keluar Undang-Undang Republik Indonseia No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Mmm... bukan main rasanya saat mau baca UU ini, belum lagi dengan beberapa hal yang ada di UU ini. Tapi saya dapat menuliskan salah satu isi UU 32 yaitu Pasal 98 ayat 1 yang berisi: Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yangmengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikitRp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
Waah.. besar sekali hukuman maupun dendanya, ya semoga saja UU ini dapat dilaksanakan, diterapkan dengan baik. Kita tinggal lihat saja ke depannya, bagaimana tindakan pemerintah. Tapi kita juga tetap ikut ambil bagian dalam penanganan Lingkungan Hidup, karena Kita Peduli (We Care) dengan semua yang ada di sekitar kita dan saya juga harus Peduli dengan kondisi Sungai Kapuas yang menjadi icon Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Baca kelanjutannya...

Wednesday, November 18, 2009

Mengetahui Kalau Ia Tak Hijau Lagi!!



Bukan sekedar rupanya yang membuatku sedih, bukan salahnya menjadi seperti ini, bukan alam yang menjadikan ia seperti itu, hanya kesalahan kami yang tidak merawatnya dengan baik. Umurnya sekitar 3 tahun, ia bagai anak balita yang perlu diajari, perlu diajak bercanda, tapi ia sendiri, kesepian, sebatang kara.
Ia tinggal disamping rumah kami, rumah dengan cat hijau yang berpadu padan dengan rumput maupun tanaman rindang yang menambah suasana asri. Terkadang, bagai belukar karena tak diurus, terkadang indah untuk dipandang, terkadang juga tanaman di sana tergantikan oleh tanaman lain dan suasana tersebut selalu berubah seiring waktu yang terus bergulir.

Baca kelanjutannya...

Wednesday, October 07, 2009

Blog dan Kota Pontianak

Banyak dan banyak sekali yang ingin diceritakan setelah 1 minggu ini mulai beraktifitas blogging. Walaupun tidak serajin dulunya, tapi sungguh membuat diri ini menjadi benar-benar kangen dengan blog dan aktifitas peliputan wisata di Pontianak, Kalimantan Barat. Kemarin saja melewatkan kulminasi yang ke-dua kalinya pada tanggal 23 September. Kemudian ada juga event di bulan Oktober ini yang mudah-mudahan bisa saya liput.

Kembali sedikit tentang aktifitas blog. Saya mencoba blogwalking ke beberapa blog teman yang pada saat dulu sering saya kunjungi. Tapi respon, alias balasan kunjungannya sedikit. Tidak semua blog membalas kunjungan saya. Ya, tidak apalah mungkin mereka sama seperti saya yang juga sibuk dengan aktifitas dunia nyata.
Eit.. ada satu hal yang mungkin masih teman blogger ingat dan pernah membaca postingan yang berjudul Cahaya di Alun-Alun Kapuas. Saya sempat membahas sedikit tentang keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sana. Belum lama ini, saya menonton berita di TVRI Kalimantan Barat, bahwa para PKL digusur. Sempat dari beberapa mereka menolak dan tidak mau pindah dari sana, memang kasihan, tapi tujuan pemkot baik karena pemkot ingin membangun kembali kawasan WATERFRONT CITY PONTIANAK menjadi objek wisata keluarga seperti dulu lagi. Seperti tahun 90an, di mana alun-alun begitu cantik dan indah serta menjadi objek yang disukai masyarakat pada saat itu.
Tanggapan dari Walikota Pontianak cukup baik, dimana walikota tidak melarang PKL untuk berdagang atau berjualan di alun-alun kapuas, tapi dengan syarat tetap menjaga kebersihan dan setelah selesai berjualan diharapkan dapat mengemaskan jualan tersebut. Kalau syarat tersebut dilanggar, mungkin mereka tidak akan diperbolehkan kembali berjualan di alun-alun.
Pemerintah cukup bijaksana dalam memberikan peraturan, tinggal PKL saja yang perlu menerapkannya. Semoga saja Waterfront City Pontianak bisa lebih maju, apalagi dengan adanya rehab yang sekarang ini nampaknya sudah berjalan dan saya lihat sudah selesai. Namun, masih banyak lagi yang akan diperbaiki di sana, terutama fasilitas ataupun bagian-bagian yang perlu direhab. Apalagi bulan Oktober ini banyak event di Kalimantan Barat dan sebentar lagi Kota Pontianak akan berulang tahun dan biasanya acara tersebut berpusat di depan Kantor Walikota alias di Alun-alun Kapuas . Jadi tunggu saja liputan dari saya selanjutnya tentang Kalimantan Barat!!

Baca kelanjutannya...

Arti Irhamna | Disclaimer | Sitemap
Copyright © 2013. Arti Irhamna - All Rights Reserved

Template Edited by Arti Irhamna
Proudly powered by Blogger
Back to TOP