Bukan sekedar rupanya yang membuatku sedih, bukan salahnya menjadi seperti ini, bukan alam yang menjadikan ia seperti itu, hanya kesalahan kami yang tidak merawatnya dengan baik. Umurnya sekitar 3 tahun, ia bagai anak balita yang perlu diajari, perlu diajak bercanda, tapi ia sendiri, kesepian, sebatang kara.
Ia tinggal disamping rumah kami, rumah dengan cat hijau yang berpadu padan dengan rumput maupun tanaman rindang yang menambah suasana asri. Terkadang, bagai belukar karena tak diurus, terkadang indah untuk dipandang, terkadang juga tanaman di sana tergantikan oleh tanaman lain dan suasana tersebut selalu berubah seiring waktu yang terus bergulir.
Sebatang pohon yang tak akan pernah Anda ketahui, yang tertinggal hanya batang yang bercabang dan sedikit pucuk yang ingin mencoba tumbuh dan mencoba menghijau kembali. Tapi untuk menjadi hijau, ia harus mengalahkan cuaca, selama 2 bulan yang lalu, Pontianak dilanda kekeringan, kesusahan air yang mendera, terlebih lagi air ledeng yang tak mengalir, hanya mengandalkan sumur tetangga untuk menyiraminya termasuk tanaman di depan rumah kami. Terkadang air sisa mencuci beras kami gunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman, terutama Anggrek.
Ia sekarang sudah tinggi, hanya bisa dilihat di belakang balkon rumah kami. Polos, gundul dan tak hijau. Ia datang dari jauh, datang dari pulau yang memiliki puncak gunung tetinggi, pulau Papua, Papua Barat. Sedikit sekali orang yang menanam tanaman ini, tanaman ini belum pernah berbuah semenjak di tanam. Tapi perlu diketahui, kami sudah pernah mencicipi kekhasan buah ini, Ia berbentuk lonjong seperti pinang, perpaduan rasa buahnya memang unik, mirip dengan lengkeng. Tapi seperti inilah rasanya, 3 rasa dalam 1 buah, Rambutan, Durian dan Lengkeng, menjadi satu kesatuan yang tidak bisa diungkapkan.
Pohon ini bernama pohon Matoa, tumbuh baik di daerah sejuk, tapi dengan perkembangan zaman, akhirnya tanaman ini bisa berkembang baik di dataran Kalimantan. Sayangnnya kami tidak merawat dengan baik, hingga akhirnya ia tak hijau lagi, hanya melihatnya begitu saja tanpa ada perlakuan yang khusus untuk memulihkannya kembali.
Baca kelanjutannya...