Kota Pontianak Lingkungan Hidup Ruang Video Ruang Foto Ruang Cerita
Showing posts with label Fotografi. Show all posts
Showing posts with label Fotografi. Show all posts

Saturday, November 01, 2014

Foto yang Banyak Digunakan Orang

baliho hari jadi kota pontianak
artiirhamna - Assalamualaikum teman-teman Blogger, Saat Festival Arakan Pengantin Melayu beberapa waktu lalu, Saya tidak sengaja melihat baliho ukuran raksasa di depan Kantor Walikota Pontianak. Nah, ternyata di sana terpampang satu foto yang Saya kenali, ternyata itu hasil jepretan Saya.

Baca kelanjutannya...

Monday, October 27, 2014

Festival Arakan Pengantin Melayu 243 Kota Pontianak

artiirhamna - Assalamualaikum, Sobat!! kali ini Saya akan menampilkan foto rangkaian Festival Arakan Pengantin Melayu dalam memeriahkan 243 Tahun Hari Jadi Kota Pontianak. Festival ini terlaksana pada Sabtu siang lalu (25/10/14) dan di ikuti oleh 12 Grup Arakan Pengantin dari 6 utusan Kecamatan yang ada di Pontianak serta Disbudpar Kubu Raya ikut andil dalam Festival yang berlangsung di depan Kantor Walikota Pontianak.

Baca kelanjutannya...

Sunday, October 26, 2014

Bujang Dare Pontianak 2014, Kreatif Melalui Intelektual Modern

Bujang Dare Pontianak 2014
Bujang Dare Pontianak 2014
artiirhamna - Assalamualaikum Bujang dan Dare!! Hujan Sabtu malam (25/10/2014) tidak menyurutkan bagi warga Kota Pontianak untuk menghadiri malam Grand Final Pemilihan Bujang Dare Pontianak 2014. Kendati pada awalnya penonton sepi dikarenakan hujan yang cukup deras di Kota Pontianak, namun semakin lama acara berlangsung, antusias warga semakin membludak di lokasi acara tepatnya Pontianak Convention Center (PCC.red).

Baca kelanjutannya...

Friday, October 24, 2014

Hari Jadi Kota Pontianak ke-243 #PTK243

artiirhamna - Assalamualaikum Sobat, kemarin di twitter hastaq #PTK243 menjadi trending topik lokal  nomor satu. Nah, kalian tahu #PTK243 apa artinya? Artinya adalah Pontianak 243 tahun, memang kemarin tepatnya 23 Oktober 1771-2014 merupakan Hari Jadi Kota Pontianak ke-243 dan menjadi sebuah moment di sosial media untuk mengucapkan Selamat untuk Kota yang dijuluki Kota Khatulistiwa ini.

Baca kelanjutannya...

Monday, September 15, 2014

Keraton Kadriah Pontianak

Keraton Kadriah Pontianak
Keraton Kadriah Pontianak
artiirhamna - Istana Kadriah atau Keraton Kadriah,merupakan salah satu peninggalan masa pendirian atau Lahirnya Kota Pontianak yang merupakan Ibukota dari Kalimantan Barat.

Baca kelanjutannya...

Saturday, April 19, 2014

Pembangunan Masjid Raya Mujahidin

Proses Pembangunan Masjid Raya Mujahidin

artiirhamna - Sebagai tempat ibadah bagi umat Islam di Kota Pontianak dan sekitarnya, Masjid Raya Mujahidin merupakan Masjid terbesar di Kalimantan Barat.

Baca kelanjutannya...

Tuesday, April 15, 2014

Danbo Melayu

Danbo Melayu Pontianak
Assalamualaikum,,, Kali ini objek foto Saya adalah sebuah mainan, pasti semua sudah tahu tentang Danbo, sebuah mainan yang terkenal berkat tampil di komik Yotsuba. Mau beli yang asli cukup mahal, ya buat ala kadarnya saja karena banyak sekali bertebaran contoh papercraftnya. Nah, dari sana, saya custom model danbonya menjadi Danbo Melayu.

Baca kelanjutannya...

Sunday, April 13, 2014

Dibalik Titik Kulminasi Khatulistiwa

Dibalik Titik Kulminasi Khatulistiwa | Tugu Khatulistiwa
Dibalik Titik Kulminasi Khatulistiwa

Baca kelanjutannya...

Monday, April 07, 2014

Pelabuhan Dwikora Pontianak

Pelabuhan Dwikora Pontianak
Pelabuhan Dwikora Pontianak

Baca kelanjutannya...

Thursday, April 03, 2014

Pesona Eksotika Kapuas

Pesona Eksotika Kapuas

Baca kelanjutannya...

Thursday, October 20, 2011

Beleter at Alun-Alun Kapuas Pontianak [Foto]

Keluarga Besar Komunitas Blogger Pontianak (BELETER)

artiirhamna- Sobat Komunitas Blogger Pontianak (BELETER) mengadakan ajang Kopdar (Kopi Darat.red) dalam rangka menjalin tali silahturahmi dan keakraban sekaligus jalan-jalan dan kegiatan Komunitas Blogger Pontianak ini berada di Taman Alun-Alun Kapuas Pontianak. Happy Blogging!!

Baca kelanjutannya...

Tuesday, October 04, 2011

ONOFF CHAT 2011 PONTIANAK [FOTO]


Baca kelanjutannya...

Saturday, June 18, 2011

Sesi Foto : Muhammad Irhamna With Book

muhammad irhamna with bookRabu kemarin perkuliahan untuk mata kuliah Pemrograman Website tidak ada, dosen tidak hadir, walaupun sedikit kecewa, namun Saya juga senang karena banyak hal yang terjadi di Rabu siang itu. Salah satunya sesi pemotretan yang agak mendadak, akan tetapi hasilnya tetap bagus dan menarik.  
Check This Photo!!

Baca kelanjutannya...

Thursday, April 14, 2011

Sesi Pemotretan dengan Sahabat

Muhammad Irhamna | Sesi Pemotretan dengan Sahabat


Assalamualaikum...

Selasa yang lalu (12/04/2011), sepulang kampus (Pukul 12.00 WIB) saya mendapati 2 teman yang mengajak untuk hunting foto di kawasan komplek GOR Pangsuma Pontianak selasa sore. Saya pikir asyik juga untuk melakoninya, lagipula ini bukan hunting untuk objek-objek tertentu, melainkan Saya sendiri dan teman-teman yang jadi objeknya (baca model). Tawaran sih Saya terima dan Insya Allah bisa datang. Ini sebenarnya menjadi pengalaman pertama untuk Saya sendiri, sebelumnya sih pernah, tapi pemotretan yang agak formal untuk sebuah berita dan artikel di koran. Ketika dulu pun pemotretan dilakukan di studio yang berkawasan daerah Gajah Mada. Seru juga waktu itu, walaupun sekedar formal, tapi lumayan juga untuk mencari pengalaman.

Baca kelanjutannya...

Tuesday, December 08, 2009

Ae' Kapuas

Sungai Kapuas punye cerite bile kite minum Ae’nye, biarpun Pegi jauh kemane sungguh susah nak ngelupakannye.
Sepotong bait lagu Ae’ Kapuas menjadi pembuka postingan kali ini. Bukan saya mengajak pembaca untuk bernyanyi. Tapi kalau ada yang tahu lagu ini, ya silahkan saja ikut bernyanyi.
Sedikit bait tersebut bisa diartikan untuk sebuah persepsi tentang lingkungan. Dari bait di atas yaitu ‘Sungai Kapuas punye cerite bile kite minum ae’nye (Sungai Kapuas punya cerita bila kita minum airnya). Bisa dibayangkan ya, kalau kita minum air kapuas yang bersih, pastinya menyegarkan rasa haus dan dahaga. Tapi kondisi ini tentunya lain, karena sungai ini mulai tercemar dengan limbah-limbah pabrik yang ada di sekitar tepian sungai.
Sangat disayangkan kalau Sungai Kapuas tercemar, bisa dibayangkan kalau segudang aktifitas masyarakat yang tinggal di tepian Sungai Kapuas dan terutama untuk pelabuhan terganggu, karena Sungai Kapuas merupakan jalur masuknya kapal-kapal dari luar untuk menuju Pontianak dalam melakukan transaksi perekonomian. Pastinya kalau sudah terjadi, ujung-ujungnya pemerintah yang disalahkan.
Namun, untung saja tingkat pencemaran Sungai Kapuas belumlah sangat-sangat parah, karena masih ada penangan dari pemerintah. Saya sangat bersyukur, apalagi sekarang sudah keluar Undang-Undang Republik Indonseia No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Mmm... bukan main rasanya saat mau baca UU ini, belum lagi dengan beberapa hal yang ada di UU ini. Tapi saya dapat menuliskan salah satu isi UU 32 yaitu Pasal 98 ayat 1 yang berisi: Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yangmengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikitRp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
Waah.. besar sekali hukuman maupun dendanya, ya semoga saja UU ini dapat dilaksanakan, diterapkan dengan baik. Kita tinggal lihat saja ke depannya, bagaimana tindakan pemerintah. Tapi kita juga tetap ikut ambil bagian dalam penanganan Lingkungan Hidup, karena Kita Peduli (We Care) dengan semua yang ada di sekitar kita dan saya juga harus Peduli dengan kondisi Sungai Kapuas yang menjadi icon Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Baca kelanjutannya...

Tuesday, November 17, 2009

Festival Budaya Bumi Khatulistiwa IX

Assalamualaikum Wr. Wb.
Tidak ada kata terlambat untuk memberikan informasi tentang pariwisata, walaupun sudah selesai event wisata kali ini, namun bagi Saya, ada kesan tersendiri untuk memostingkan tentang event ini, karena event ini hanya akan dilaksanakan 2 tahun sekali. Makanya Saya harus membuat postingan ini.
Acara yang diadakan 2 tahun sekali ini, dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar dan Perwakilan dari Menbupdar. Event ini adalah Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK), yang kali ini untuk ke-9 kalinya diadakan.
Untuk FBBK ke-IX tahun ini, disatukan juga dengan Festival Borneo.
Dalam acara yang diadakan dari tanggal 11-15 Nopember 2009 ini, diadakan pula lomba stan antar kota/kabupaten di Kal-Bar, juga lomba menyumpit, layang-layang, tarian, masakan tradisional dan lainnya.
Berikut hasil dokumentasi saat acara pembukaan.
Semoga Anda Berkenan.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Note:
Gambar Paling Atas dari : www.borneophotography.org
Gambar Selanjutnya - Bawah : artiirhamna.blogspot.com

Baca kelanjutannya...

Wednesday, October 07, 2009

Blog dan Kota Pontianak

Banyak dan banyak sekali yang ingin diceritakan setelah 1 minggu ini mulai beraktifitas blogging. Walaupun tidak serajin dulunya, tapi sungguh membuat diri ini menjadi benar-benar kangen dengan blog dan aktifitas peliputan wisata di Pontianak, Kalimantan Barat. Kemarin saja melewatkan kulminasi yang ke-dua kalinya pada tanggal 23 September. Kemudian ada juga event di bulan Oktober ini yang mudah-mudahan bisa saya liput.

Kembali sedikit tentang aktifitas blog. Saya mencoba blogwalking ke beberapa blog teman yang pada saat dulu sering saya kunjungi. Tapi respon, alias balasan kunjungannya sedikit. Tidak semua blog membalas kunjungan saya. Ya, tidak apalah mungkin mereka sama seperti saya yang juga sibuk dengan aktifitas dunia nyata.
Eit.. ada satu hal yang mungkin masih teman blogger ingat dan pernah membaca postingan yang berjudul Cahaya di Alun-Alun Kapuas. Saya sempat membahas sedikit tentang keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sana. Belum lama ini, saya menonton berita di TVRI Kalimantan Barat, bahwa para PKL digusur. Sempat dari beberapa mereka menolak dan tidak mau pindah dari sana, memang kasihan, tapi tujuan pemkot baik karena pemkot ingin membangun kembali kawasan WATERFRONT CITY PONTIANAK menjadi objek wisata keluarga seperti dulu lagi. Seperti tahun 90an, di mana alun-alun begitu cantik dan indah serta menjadi objek yang disukai masyarakat pada saat itu.
Tanggapan dari Walikota Pontianak cukup baik, dimana walikota tidak melarang PKL untuk berdagang atau berjualan di alun-alun kapuas, tapi dengan syarat tetap menjaga kebersihan dan setelah selesai berjualan diharapkan dapat mengemaskan jualan tersebut. Kalau syarat tersebut dilanggar, mungkin mereka tidak akan diperbolehkan kembali berjualan di alun-alun.
Pemerintah cukup bijaksana dalam memberikan peraturan, tinggal PKL saja yang perlu menerapkannya. Semoga saja Waterfront City Pontianak bisa lebih maju, apalagi dengan adanya rehab yang sekarang ini nampaknya sudah berjalan dan saya lihat sudah selesai. Namun, masih banyak lagi yang akan diperbaiki di sana, terutama fasilitas ataupun bagian-bagian yang perlu direhab. Apalagi bulan Oktober ini banyak event di Kalimantan Barat dan sebentar lagi Kota Pontianak akan berulang tahun dan biasanya acara tersebut berpusat di depan Kantor Walikota alias di Alun-alun Kapuas . Jadi tunggu saja liputan dari saya selanjutnya tentang Kalimantan Barat!!

Baca kelanjutannya...

Saturday, June 20, 2009

Pesona yang Ingin Diwujudkan

Assalamualaikum Wr. Wb. Seiring waktu yang terus bergulir, kujalani hidup ini penuh suka maupun duka di Tanah Airku Indonesia. Setiap kali yang kupikir adalah sebuah keindahan alammu yang begitu mempesona. Tapi aku sering melupakannya, karena aku tidak bisa melihatmu terus-menerus dan perubahan zamanlah yang membuat Indonesia semakin hilang Permata Hijaunya.

Apa yang harus kulakukan?? Aku tidak tahu bagaimana caranya untuk mengikuti jejak alammu yang begitu luas. Hutan yang menghijau membuat mataku selalu menggagumi keindahannya.
Tapi suatu ketika aku melihat alammu begitu hancur, habis karena tambang liar yang ada di kawasan itu, daerah Makam Mandor tepatnya Kalimantan Barat, pertama aku begitu takjub dengan pemandangan tempat tersebut. Tapi setelah ku ketahui bahwa itu adalah bekas tambang, aku sangat kecewa sekali, rasanya hati miris dibuatnya, ingin rasanya untuk mengetahui siapakah dalang di balik semua ini.
Dari kejauhan, masih terdengar bunyi suara mesin yang mengalu-ngalu menandakan bahwa kawasan tersebut masih terdapat aktifitas penambangan. Sebenarnya aku tidak tahu apakah tambang itu legal atau ilegal. Tapi tampaknya kerusakan yang diakibatkan oleh tambang itu begitu besar. Sebagai anak bangsa ingin sekali aku memperbaiki alam itu. Tapi aku tidak tahu caranya, bahkan jika bisa, tidak mungkin aku melakukannya sendiri.
Pesona itu tidak bisa terwujud, semua harus dilakukan mulai dari kesadaran kita masing-masing. Kawasan itu begitu indah, hal yang paling kusuka adalah tanaman yang ada di sana, yaitu Kantong semar (Nepenthes) atau yang biasa orang kami menyebutkan Kantong Kera. Tanaman itu sering diambil oleh wisatawan yang berkunjung di sana. Saat aku kesana, beberapa dari kami mengambilnya dan membawanya pulang. Aku tidak berani untuk mengambilnya, karena aku tidak tahu apakah kantong semar itu, apalagi kalau yang diambil adalah jenis yang masuk dalam CITES. Pastinya jika diketahui dinas kehutanan akan ditangkap. Tapi karena tidak ada satupun petugas di sana, maka mereka dengan leluasa mengambilnya.
Sangat disayangakan, pesona yang belum terwujud itu sudah hampir habis dikacau oleh tangan-tangan jahil. Apa jadinya jika tanaman itu habis, pasti anak cucu kita tidak dapat menikmati keindahan alam itu. Wassalamualaikum Wr.Wb.

Baca kelanjutannya...

Friday, June 12, 2009

Cahaya di Alun-Alun Kapuas

Assalamualaikum Wr.Wb.
Entah apa mau dikata, semua penat dan letih rasanya telah sia-sia. Semua itu karena dia, dia yang telah membuat aku merasakan sebuah pengalaman indah di sore itu. Cahaya senja dikala matahari terbenam, membawaku seakan-akan berada di negeri antah berantah. Memang jalan satu-satunya untuk melepas lelah adalah alun-alun ini, letaknya tidaklah jauh dari rumahku yang berada di kawasan Sungai Jawi. Dalam waktu tempuh 5 menit, sampailah aku di sana.
Alun-alun Kapuas terletak persis di depan Kantor Walikota pontianak, persis di depan Alun-alun terbentang Sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas. Alun-alun Kapuas merupakan salah satu asset Kota Pontianak sebagai wisata keluarga. Namun hal ini tidaklah sepadan dengan kondisi Alun-alun yang kurang terawat.
Semenjak perenovasian pada tahun 1999 dengan penambahan area baru alun-alun (seperti yang ada di gambar.red) mengakibatkan jumlah pengunjung meningkat, itu dikarenakan ketertarikan pengunjung untuk melihat area baru tersebut. Memang pada masa itu tampak bagus karena masih baru. Tapi setelah 1 sampai 2 bulan, mulai tampak tidak terawat, cat-cat pada pagar pembatas mulai pudar, mungkin itu wajar, tapi kalau besi-besi pagar di beberapa bagian hilang, apakah itu wajar ?
Pada salah satu bagian dekat dengan tangga tempat duduk yang terletak di bagian tengah (waterfront.red) memang pembatasnya ada yang hilang. Tidak tahulah kenapa bisa hilang begitu saja. Lalu pada sepanjang tangga tempat duduk, banyak bergelimpangan sampah, terutama kulit kacang tanah rebus. Nampak berantakan dan tidak enak dilihat.
Saya tidak habis pikir dengan pengunjung yang membuang sampah ke area tersebut. Ternyata setelah dilihat-lihat, tempat sampah di area ini tidak ada, wajar saja pengunjung tidak membuang pada tempatnya. Yang saya herankan, apakah tidak ada petugas kebersihan untuk membersihkannya, paling tidak area waterfront yang sering di kunjungi dan dipakai tempat duduk ini bersih. Di area ini juga pada sore hari menjadi tempat tongkrongan pedagang kaki lima yang seharusnya bukan di area ini tempat mereka berjualan.
Ada satu hal yang menjadi pertanyaan, alun-alun ini seperti yang saya katakan sebelumnya berada di depan Kantor Walikota, apakah mereka tidak tahu dengan kondisi dengan alun-alun tersebut, atau mereka tahu tapi cuek bebek tidak memperdulikan?
Semua ada di kesadaran kita masing-masing untuk membangun sebuah kondisi yang nyaman dan bersih. Saya bisa berharap kepada pemerintah kota serta semua pihak yang bertanggung jawab terhadap hal in agar suatu hari nanti semua kondisi ini dapat teratasi dengan baik.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Baca kelanjutannya...

Wednesday, June 03, 2009

Aku Berada di Bumi Khatulistiwa

Assalamualaikum Wr.Wb.
Aku tinggal dan hidup di sini, begitu indah kehidupanku, walaupun tidak luput dari penderitaan maupun kesengsaraan tapi sudah sepantasnya semua manusia merasakannya termasuk diriku ini yang tinggal di Bumi ini, Bumi Khatulistiwa.
Pesona alam Bumi Khatulistiwa begitu terpancar oleh cermin-cermin yang membentang dari hulu sampai ke hilir. Begitu menakjubkan dan mempesona setiap orang yang melihatnya. Cermin ini begitu panjang, panjang di Negeri ini. Cermin ini adalah sungai kami, Sungai Kapuas, sungai yang menjadi aktifitas masyarakat di Kota ini.
Khatulistiwa adalah garis yang membagi Bumi menjadi 2 bagian, Utara dan Selatan. Tepat di garis ini, Aku harus berhati-hati dan harus menjauhi dari garis ini, karena suatu saat garis ini akan melenyapkan bayanganku bahkan bayanganmu di saat Kulminasi Matahari yang tiap tahun akan mengawasimu. Walaupun demikian Aku tidak akan pernah takut kalau bayanganku hilang, karena bayanganku akan selalu ada dikala matahari tetap bersinar di Kota ini.
Aku memang penduduk asli Bumi Khatulistiwa, Aku telah singgah di Keraton ini, keraton yang mengawali kota ini lahir pada saat Negeri ini belum mengumandangkan seruan kemerdekaannya Keraton Pontianak yang wajib Aku singgahi, karena Jikalau belum singgah, belumlah sah Aku hidup dan sampai di Bumi Khatulistiwa ini, begitulah pepatah dari orang tetua.
Aku berasal dari Etnis melayu, salah satu dari 3 Etnis yang mendominasi Bumi Khatulistiwa ini. Etnis Dayak dan Tiongha itulah etnis yang ada di sini, 3 etnis tersebut hidup rukun dan damai dengan kebudayaan mereka yang beraneka ragam.
Aku punya tanaman khas di Bumi ini, ia tumbuh di lahan gambut, ia begitu besar dan hijau, ia seperti lidah yang menjulur panjang, ia mempunyai duri yang tajam, yang bisa menusuk dirimu kapan saja. Ia tidak akan menyerangmu kalau engkau tidak memegangnya dengan benar. Ia adalah Lidah Buaya, lidah yang begitu lezat untuk dinikmati sebagai penyegar dahaga ketika dirimu merasa haus.
Selain floranya yang begitu khas, Faunanya juga mampu menarik daya pikat tersendiri. Walaupun Aku belum pernah melihat secara langsung fauna ini. Tapi dari gambarnya, ia begitu cantik dengan paruhnya yang panjang dan gadingnya yang begitu Elok. Ia adalah Burung Enggang Gading yang menjadi maskot kota ini. Yang replikanya banyak aku temukan di Kota terutama di Jembatan Kapuas.
Aku berada di Bumi Khatulistiwa, bumi yang memiliki sejuta pesona yang tidak akan bisa Aku bayangkan. Subhanallah, Engkau telah menciptakan Bumi ini dengan kekuasaanmu yang tiada tandingannya. Aku patut bersyukur dan harus menjaga kelestariannya, agar anak cucuku bisa menikmatinya kelak.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Foto :
Pribadi (Sungai dan Keraton)
http://www.kellycheek.com/Art/Prints/Fauna/Hornbill.jpg
http://tanamanberkhasiat.files.wordpress.com/2008/08/lidah-buaya.jpg

Baca kelanjutannya...

Arti Irhamna | Disclaimer | Sitemap
Copyright © 2013. Arti Irhamna - All Rights Reserved

Template Edited by Arti Irhamna
Proudly powered by Blogger
Back to TOP